Musnah sebelum terluah
Rasa yang tersirat sastra Diungkap oleh mata Susah payah menahan harap Bertahan hanya lewat tatap Jatuh hati tidak semudah menjentikkan jari Apalagi rasa takut selalu menghantui Susah payah agar tidak goyah Namun hati akhirnya menyerah Ia jatuh sejatuh jatuhnya Menepis segala trauma Luka masa lalu terlupa Terlena akan rasa berbunga Ragu tentu datang selalu Tapi intuisiku mengarah padamu Aku meletakkan harap Mengudarakan do'a dalam senyap Tapi ternyata, ia tak seperti yang diduga Aku terlalu peka untuk sikap yang biasa saja Rasa ini terlalu dalam Untuk dia yang tidak akan paham Lagi dan lagi... Hati yang di pinta sudah ada pemiliknya Lagi dan lagi... Rasa yang mengudara harus dikubur bersama luka Lagi dan lagi... Rasa percaya diri terlalu tinggi Membuat ilusi bahwa diri disukai Ini bukan salahmu Tapi kelalaianku Prinsipku runtuh Bersama harapan yang tumbuh Sudah, cukup... Biarlah redam dengan dipendam Biarlah musnah sebelum terluah Biarlah kandas, bahk...