Musnah sebelum terluah



Rasa yang tersirat sastra
Diungkap oleh mata

Susah payah menahan harap
Bertahan hanya lewat tatap

Jatuh hati tidak semudah menjentikkan jari
Apalagi rasa takut selalu menghantui

Susah payah agar tidak goyah
Namun hati akhirnya menyerah

Ia jatuh sejatuh jatuhnya
Menepis segala trauma 

Luka masa lalu terlupa
Terlena akan rasa berbunga

Ragu tentu datang selalu
Tapi intuisiku mengarah padamu

Aku meletakkan harap
Mengudarakan do'a dalam senyap

Tapi ternyata, ia tak seperti yang diduga
Aku terlalu peka untuk sikap yang biasa saja

Rasa ini terlalu dalam
Untuk dia yang tidak akan paham

Lagi dan lagi... 
Hati yang di pinta sudah ada pemiliknya 

Lagi dan lagi... 
Rasa yang mengudara harus dikubur bersama luka

Lagi dan lagi... 
Rasa percaya diri terlalu tinggi 
Membuat ilusi bahwa diri disukai

Ini bukan salahmu
Tapi kelalaianku

Prinsipku runtuh
Bersama harapan yang tumbuh

Sudah, cukup...
Biarlah redam dengan dipendam
Biarlah musnah sebelum terluah
Biarlah kandas, bahkan sebelum terbalas

[23:10] Pojok kamar, 28 maret 2023 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menelaah Makna lagu Mata Air - Hindia

Intuisi: Pengertian dan Cara Mengasahnya

APAKAH ORANG YANG MENDATANGI PSIKOLOG ADALAH ORANG GILA?